"Anda tidak harus menjadi seorang yang jenius atau seorang visionaris atau bahkan seorang lulusan perkuliahan untuk menjadi sukses. Anda hanya membutuhkan sebuah framework dan sebuah mimpi."- Michael Dell
Kutipan kata-kata diatas benar-benar perwujudan dari slogan Stop Dreaming Start Action , yang artinya tidak ada yang bisa menghalangi anda untuk bermimpi dan mewujudkannya. Semuanya tergantung anda.
Michael Dell bukanlah satu-satunya pengusaha muda yang mengendarai booming komputer di akhir tahun 1980an dan awal 1990an dari keusangan menuju kejayaan. Seperti Rod Canion dari Compaq dan Steve Jobs dari Apple, Michael mengubah bisnis muda yang belum banyak pengalaman menjadi kerajaan komputer milyaran dolar. Tetapi tidak seperti Canion dan Jobs yang mengalami nasib buruk, yang kehilangan kendali atas ciptaan mereka ketika mereka bertumbuh, Michael telah menangani untuk tetap memegang kendali atas usaha maverick -nya dan menerima pengakuan unik untuk menjadi CEO terlama dalam industri komputer.
Mengikuti ide sederhana dengan menjual sistem-sistem komputer personal yang terkustomisasi langsung ke para kustomer ia dapat sangat mengerti kebutuhan-kebutuhan mereka dan menyediakan solusi-solusi komputer paling efektif untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, Michael telah menjadikan Dell Computer Corp. Sebagai perusahaan pemimpin penjualan langsung sistem-sistem komputer.
Orang-tua Michael menginginkan ia menjadi seorang dokter. Tetapi sewaktu ia berada di masa sekolah menengah pertama, Michael terpaku pada komputer-komputer. Selagi kebanyakan teman-teman seangkatannya terpaku di bawah atap-atap mobil tua, Michael menyukai terpaku dengan Apple IIe-nya.
Untuk menyenangkan orang-tuanya, Michael terdaftar sebagai pra-mahasiswa kedokteran di Universitas Texas pada tahun 1983, tetapi tetap saja yang menjadi kegemarannya adalah komputer-komputer. Sepanjang semester pertamanya, Michael menghabiskan waktu luangnya membeli PC-PC lama yang perlu dibetulkan dari ritel-ritel lokal, lalu meng-upgradenya dan menjualnya dari kamar asramanya. Usahanya itu sukses, hingga akhirnya satu hari teman sekamarnya menumpuk inventarisnya yang semakin banyak dekat pintu kamar asrama mereka.
Michael menganggap itu sebagai satu tanda sudah waktunya untuk memindahkan bisnisnya yang berkembang dari kampus. Kedua orang-tuanya geram ketika ia mengatakan kepada mereka bahwa ia ingin drop out dari kampus, maka untuk menenangkan mereka, Michael setuju untuk kembali ke sekolah jika penjualan musim panas terbukti mengecewakan. Di bulan pertama bisnisnya, Michael menjual beberapa PC seharga $180.000. Ia pun tak pernah kembali lagi masa senior sekolahnya.
Selagi mencari jalan untuk memperlebar bisnis awalnya yang sedang bertumbuh, Michael menyimpulkan bahwa komputer dengan cepat akan menjadi sebuah komoditas, dan dengan komoditas-komoditas, apa yang paling penting adalah harga dan pengantarannya. Michael melihat bahwa cara tercepat untuk menerima kedua gol tersebut adalah dengan memotong perantara. Ia menyadari bahwa ia bisa membeli komponen-komponen dan merakit keseluruhan PC sendiri dengan harga lebih murah. Lalu ia bisa menjual setiap mesinnya melalui telepon langsung ke para pelanggan dengan 15 persen untuk membangun brand-nya. Teknik ini, yang selanjutnya dikenal sebagai "model penjualan langsung," dapat merevolusi industri dan menjadikan Michael Dell sebagai multi-milyuner dalam prosesnya.
Michael Dell yang berusia 19 tahun memakukan usaha bisnisnya PCs Ltd., dan perusahaan yang berbasis di Austin ini dengan cepat menjadi salah satu perusahaan yang bertumbuh paling cepat di negerinya. Daripada membanjiri pasaran dengan ratusan dari ribuan komputer "berkulit coklat yang tawar," perusahaan dapat berfokus pada apa yang terbaik – menciptakan mesin-mesin yang terkustomisasi untuk meng-order.
Strategi ini bekerja. Dalam operasinya di tahun pertama, PCs Limited menarik hingga lebih dari $6 juta dari penjualan, dan Michael dengan cepat mendapat reputasi sebagai "pria muda ajaib." Untuk membayar namanya yang semakin tenar, ia mengubah nama perusahaan menjadi Dell Computer Corp. pada tahun 1987. Penjualan terus berlanjut mengembang, mencapai puncak $159 juta pada akhir tahun 1988. Di tahun yang sama, Dell membuat sebuah penawaran awal publik yang meraup $30 juta, dan sekitar $18 juta-nya masuk langsung ke kantong Michael.
Bagi banyak pengusaha awal, itu bisa menjadi sinyal puncak bahwa sudah waktunya untuk berpindah ke petualangan selanjutnya yang menjanjikan. Tetapi dalam pikiran Michael ia baru saja mulai. Ia sekarang mengatur pandangannya untuk mengambil alih pemimpin industri IBM, mengatakan kepada para stafnya bahwa kata pertama dari putrinya yang baru lahir adalah "Daddy, kill IBM." Teknik ini mendapat responm dan penjualan Dell melompat pada lebih dari $800 juta pada tahun 1991. Pada tahun 1992, Michael menyiapkan sebuah gol untuk melewati $1,5 milyar di akhir tahun tersebut. Selalu melewati pencapaiannya, Michaell mendapatkan gol-nya dan lalu, penjualan pun meroket hingga $2juta milyar. Tetapi di tengah kesuksesannya, ada awan-awan mendung yang bertemu di langit-langit.
Pertumbuhan perusahaan melangkah terlalu cepat bagi si pengusaha muda untuk menanganinya. Pada pertengahan 1993, Dell Computer Corp. terlihat berada di luar kendali. Harga-harga saham terpantul dari $49 pada Januari 1993 menuju sekitar $16 pada bulan Juli. CFO dari Dell pun resign , meninggalkan kekosongan manajemen. Dan yang terburuknya, Michael membongkar semua merek baru dari komputer-komputer notebook dikarenakan produksi yang miskin dan dipaksa untuk duduk di atas sisi dari segmen yang bertumbuh cepat dari pasar PC untuk lebih dari 12 bulan.
Michael menyadari bahwa ia perlu untuk melakukan sesuatu – dan melakukannya dengan cepat. Solusinya adalah mencari para manajer yang lebih tua berpengalaman untuk menolongnya mengambil kendali dari juggernaut-nya yang berusia 9 tahun. Pertama ia membawa Mort Topfer, eksekutif musiman dari Motorola, untuk menangani operasi sehari-hari. Selanjutnya ia memanfaatkan talenta-talenta Kevin Rollins, sebuah pakar organisasi dari Bain and Co., untuk menjalankan operasi-operasi pekerja Amerikanya. Dan, mungkin saja kudetanya yang paling penting, Michaell mencuri desainer Apple Powerbook yakni John Medica.
Dalam 12 bulan penyusunan perusahaan sangatlah benar, dan di tahun selanjutnya keuntungan-keuntungan pun mendaki hingga $149 juta. Tetapi bahkan dengan perubahan haluan yang luar biasa ini, Michael mengetahui tempat perusahaannya di persaingan industri PC yang terus meningkat biar bagaimanapun tak ada jaminannya. Untuk memastikan agar terus berlanjut sukses, Michael dan para eksekutif top-nya membuat sepasang keputusan strategi kontroversial yang menjalankan penghitungan tren industri yang sedang terjadi. Pertama, bukannya mengawali perang harga untuk mengejar penjualan unit-unit yang luar biasa, Michael memutuskan untuk berfokus pada para pelanggan bisnis yang bermargin tinggi. Kedua, perusahaan memandang untuk bersandar secara eksklusif pada pasar langsung daripada ritel.
Para pengamat industri mempertanyakan gerakan yang kedua, menunjuk bahwa dengan menjual langsung Dell merendahkan pasar home PC. Tetapi Michael mengetahui lebih baik. Dalam penyelidikan awal ke toko-toko ritel, Michael menemukan bahwa ia tidak bisa berkompetisi dengan nama brand Compaq yang kuat dan harga Packard Bell yang mematikan. Menjual melalui toko-toko ritel sudah pasti di luar rencana. Tetapi Michael tidak menyerahkan pasar konsumen yang menguntungkan begitu saja. Melainkan, ia memutuskan untuk menjual PC-PC yang terkustomisasi penuh melalui telepon, fax, dan penjualan langsung untuk para pembeli komputer rumah yang lebih mutakhir.
Sekali lagi, Michael memutuskan para pengkritiknya bahwa mereka salah. Pendekatan baru perusahaannya telah memiliki penjualan yang mencapai puncak $5,5 milyar pada akhir tahun 1996. Tetapi Michael memiliki kartu as yang lain di balik lengan bajunya. Pada Juli 1996, Dell meluncurkan salah satu website penjualan komputer langsung pertama, dan hanya dalam dua bulan, telah meratakan penjualan internet dengan kelebihan dari $2 juta sehari (sebuah angka yang dapat terus naik hingga $6 juta sehari pada 1998). Kombinasi dari penjualan langsung via telepon dan Internet mendorong penjualan Dell hingga $7.7 juta pada Februari 1997.
Hingga saat ini, para pakar industri dan tiga lawan utama Dell yakni, Compaq, IBM, dan Hewlett-Packard, teryakinkan bahwa penjualan langsung hanya dapat memberi sebuah ceruk pasar. Tetapi sebagaimana serangan langsung Dell mulai meningkatkan potongan ke pembagian pasar mereka, semua ketiga kompetitornya mengadopsi model penjualan langsung itu, tetapi tidak seperti Dell, melanjutkan untuk menawarkan mesin-mesin mereka melalui toko-toko ritel juga.
Baik ya tidaknya Compaq, IBM dan Hewlett Packard merubah strategi mereka sebenarnya selanjutnya akan menangkap kembali pembagian pasar yang terhilang akan hadirnya Dell. Tetapi dengan menjadi yang pertama kali, Dell tentu saja memiliki keuntungan, sebagaimana ketika angka-angka dengan jelas bermunculan. Selagi industri PC bertumbuh dengan 5 persen yang diremehkan pada tahun 1998, Dell bertumbuh dalam jalur yang luar biasa dengan lebih dari 50 persen, mencapai penjualan $12.3 milyar. Pada Januari 1999, Dell habis terjual baik IBM dan Hewlett-Packard pun seimbang untuk mengambil ali sebagai pembuat komputer nomor satu, meninggalkan Compaq.
Selagi ia telah benar-benar mendiamkan para pengkritiknya, Michael Dell telah membuktikan bahwa ia memiliki fleksibilitas, stamina, dan visi untuk berada di puncak dari bisnis paling kompetitif di negeri itu, bahkan dengan melalui waktu-waktu yang bergelombang. Sebagai roketer penjualan internet ($30 juta sehari pada Juli 1999), Dell melanjutkan untuk mengherankan para kompetitornya, mencengangkan para analis, dan mempesona para pemegang saham.
Hari ini pertama kali saya membaca tentang kontes Stop Dreaming Start Action yang diadakan oleh Joko Susilo . Terus terang ini adalah suatu tantangan tersendiri buat saya karena saya memang sedang mendalami dunia SEO . Jika anda juga merasa tertantang, dan ingin bergabung dengan kontes ini silahkan join di kontes SEO Joko Susilo .
Jika mendengar kata Joko Susilo, memang sedang menjadi fenomena saat ini. Pak Joko Susilo ini adalah salah satu jagoan Internet Marketer di Indonesia, sekarang penghasilannya sudah mencapai milyaran rupiah. Itulah bukti nyata dari Stop Dreaming Start Action . Seorang insinyur menjadi seorang Internet Marketer.
Memang luar biasa jika membaca kesaksian Pak Joko Susilo yang berani meninggalkan pekerjaannya dan mendalami dunia Internet Marketing, dia benar-benar sudah Stop Dreaming dan sudah mulai Start Action . Saat ini saya saja masih berpikir berulang kali untuk meninggalkan pekerjaan saya yang sekarang walau saya tidak pernah Stop Dreaming tapi untuk Start Action nya itu yang susah.
Saya sendiri memang memiliki keinginan kuat untuk berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri akan tetapi banyak sekali halangan-halangan yang membendung keinginan saya ini. Pernah suatu kali saya berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri karena slogan Stop Dreaming Start Action yang memang selalu meledak-ledak di otak saya. Akan tetapi hanya bertahan 2 tahun lalu saya kembali lagi bekerja karena ada tawaran pekerjaan yang gajinya terlalu besar untuk ditolak. Akhirnya saya menjadi terbalik, kembali seperti dulu Stop Action Start Dreaming .
Sekarang saya sedang mengumpulkan tenaga untuk bangkit kembali, untuk membangun usaha dengan skala yang lebih besar lagi dengan modal yang saya dapatkan selama saya bekerja saat ini. Menunggu saat yang tepat untuk mewujudkan mimpi yang sudah sangat lama ditunda-tunda terus. Untuk mewujudkan mimpi haruslah dipersiapkan secara matang, harus dipikirkan segala aspek agar perencanaan benar-benar matang.
Sebetulnya saya sedikit mengambil resiko dalam mengikuti kontes Stop Dreaming Start Action ini karena saya membangun blog baru yang sama sekali tidak memiliki pagerank . Jika saya menggunakan salah satu blog saya yang sudah ada pageranknya, pastilah akan lebih mudah untuk meraih posisi yang tinggi dalam waktu sekejap. Apa yang ingin saya raih disini? Saya ingin mengunakan kesempatan ini tidak hanya untuk memenangi kontes tapi juga untuk menantang diri saya sendiri dalam dunia SEO .
Saya sendiri sudah mulai belajar Internet Marketer dari tahun 2002. Waktu dulu belom ada ilmu SEO belum secanggih sekarang, dimana tools-tools pembantu sudah sangat banyak. Mulai aktif menjadi internet marketer sewaktu ikutan Anne Ahira dengan bisnis FFSI (singkatanya saya lupa). Dari situ saya belajar bagaimana mempromosikan website lewat adwords, menggunakan autoresponders untuk memfollow-up leads, dan lainnya. Sayang bisnis tersebut tidak berlangsung lama karena FFSI tidak lagi menerima anggota dari Indonesia. Seketika bisnis tersebut langsung bubar.
Dari situ saya belajar, untuk memiliki bisnis online yang kuat janganlah kita menggantungkan diri pada orang lain. Belajarlah intinya lalu buat sendiri. Maka dari itu saat ini tidak ada satu haripun saya lewatkan untuk belajar. Semua informasi tentang bisnis internet terus saya ikuti. Mulai dari mencari uang lewat blog, affiliate, dropshipping dan metode-metode lainnya.
Jika saya menang, saya akan benar-benar Stop Dreaming dan akan benar-benar Start Action . Itu tandanya saya sudah bisa mendalami dunia SEO, yang artinya saya bisa menjadi seperti Pak Joko Susilo yang sudah sukses menjadi Internet Marketer dengan penghasilan milyaran rupiah.
Mohon dukungan dari teman-teman sekalian untuk mendukung saya dalam kontes ini. Dukungan bisa dilakukan dengan cara menulis artikel lalu menyertakan kata kunci Stop Dreaming Start Action yang dilink ke artikel ini, atau bisa juga dengan menambahkan link di blog / website anda dengan kata kunci yang sama lalu di link ke artikel ini.
Akhir kata, Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendukung saya dalam kontes ini. Uang yang saya menangkan akan saya sumbangkan seluruhnya ke organisasi GREENPEACE Indonesia , agar Indonesia menjadi lebih hijau dan anak-anak kita di masa depan tetap bisa melihat hijaunya hutan Indonesia.
Kutipan kata-kata diatas benar-benar perwujudan dari slogan Stop Dreaming Start Action , yang artinya tidak ada yang bisa menghalangi anda untuk bermimpi dan mewujudkannya. Semuanya tergantung anda.
Mengikuti ide sederhana dengan menjual sistem-sistem komputer personal yang terkustomisasi langsung ke para kustomer ia dapat sangat mengerti kebutuhan-kebutuhan mereka dan menyediakan solusi-solusi komputer paling efektif untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, Michael telah menjadikan Dell Computer Corp. Sebagai perusahaan pemimpin penjualan langsung sistem-sistem komputer.
Orang-tua Michael menginginkan ia menjadi seorang dokter. Tetapi sewaktu ia berada di masa sekolah menengah pertama, Michael terpaku pada komputer-komputer. Selagi kebanyakan teman-teman seangkatannya terpaku di bawah atap-atap mobil tua, Michael menyukai terpaku dengan Apple IIe-nya.
Untuk menyenangkan orang-tuanya, Michael terdaftar sebagai pra-mahasiswa kedokteran di Universitas Texas pada tahun 1983, tetapi tetap saja yang menjadi kegemarannya adalah komputer-komputer. Sepanjang semester pertamanya, Michael menghabiskan waktu luangnya membeli PC-PC lama yang perlu dibetulkan dari ritel-ritel lokal, lalu meng-upgradenya dan menjualnya dari kamar asramanya. Usahanya itu sukses, hingga akhirnya satu hari teman sekamarnya menumpuk inventarisnya yang semakin banyak dekat pintu kamar asrama mereka.
Michael menganggap itu sebagai satu tanda sudah waktunya untuk memindahkan bisnisnya yang berkembang dari kampus. Kedua orang-tuanya geram ketika ia mengatakan kepada mereka bahwa ia ingin drop out dari kampus, maka untuk menenangkan mereka, Michael setuju untuk kembali ke sekolah jika penjualan musim panas terbukti mengecewakan. Di bulan pertama bisnisnya, Michael menjual beberapa PC seharga $180.000. Ia pun tak pernah kembali lagi masa senior sekolahnya.
Selagi mencari jalan untuk memperlebar bisnis awalnya yang sedang bertumbuh, Michael menyimpulkan bahwa komputer dengan cepat akan menjadi sebuah komoditas, dan dengan komoditas-komoditas, apa yang paling penting adalah harga dan pengantarannya. Michael melihat bahwa cara tercepat untuk menerima kedua gol tersebut adalah dengan memotong perantara. Ia menyadari bahwa ia bisa membeli komponen-komponen dan merakit keseluruhan PC sendiri dengan harga lebih murah. Lalu ia bisa menjual setiap mesinnya melalui telepon langsung ke para pelanggan dengan 15 persen untuk membangun brand-nya. Teknik ini, yang selanjutnya dikenal sebagai "model penjualan langsung," dapat merevolusi industri dan menjadikan Michael Dell sebagai multi-milyuner dalam prosesnya.
Michael Dell yang berusia 19 tahun memakukan usaha bisnisnya PCs Ltd., dan perusahaan yang berbasis di Austin ini dengan cepat menjadi salah satu perusahaan yang bertumbuh paling cepat di negerinya. Daripada membanjiri pasaran dengan ratusan dari ribuan komputer "berkulit coklat yang tawar," perusahaan dapat berfokus pada apa yang terbaik – menciptakan mesin-mesin yang terkustomisasi untuk meng-order.
Strategi ini bekerja. Dalam operasinya di tahun pertama, PCs Limited menarik hingga lebih dari $6 juta dari penjualan, dan Michael dengan cepat mendapat reputasi sebagai "pria muda ajaib." Untuk membayar namanya yang semakin tenar, ia mengubah nama perusahaan menjadi Dell Computer Corp. pada tahun 1987. Penjualan terus berlanjut mengembang, mencapai puncak $159 juta pada akhir tahun 1988. Di tahun yang sama, Dell membuat sebuah penawaran awal publik yang meraup $30 juta, dan sekitar $18 juta-nya masuk langsung ke kantong Michael.
Bagi banyak pengusaha awal, itu bisa menjadi sinyal puncak bahwa sudah waktunya untuk berpindah ke petualangan selanjutnya yang menjanjikan. Tetapi dalam pikiran Michael ia baru saja mulai. Ia sekarang mengatur pandangannya untuk mengambil alih pemimpin industri IBM, mengatakan kepada para stafnya bahwa kata pertama dari putrinya yang baru lahir adalah "Daddy, kill IBM." Teknik ini mendapat responm dan penjualan Dell melompat pada lebih dari $800 juta pada tahun 1991. Pada tahun 1992, Michael menyiapkan sebuah gol untuk melewati $1,5 milyar di akhir tahun tersebut. Selalu melewati pencapaiannya, Michaell mendapatkan gol-nya dan lalu, penjualan pun meroket hingga $2juta milyar. Tetapi di tengah kesuksesannya, ada awan-awan mendung yang bertemu di langit-langit.
Pertumbuhan perusahaan melangkah terlalu cepat bagi si pengusaha muda untuk menanganinya. Pada pertengahan 1993, Dell Computer Corp. terlihat berada di luar kendali. Harga-harga saham terpantul dari $49 pada Januari 1993 menuju sekitar $16 pada bulan Juli. CFO dari Dell pun resign , meninggalkan kekosongan manajemen. Dan yang terburuknya, Michael membongkar semua merek baru dari komputer-komputer notebook dikarenakan produksi yang miskin dan dipaksa untuk duduk di atas sisi dari segmen yang bertumbuh cepat dari pasar PC untuk lebih dari 12 bulan.
Michael menyadari bahwa ia perlu untuk melakukan sesuatu – dan melakukannya dengan cepat. Solusinya adalah mencari para manajer yang lebih tua berpengalaman untuk menolongnya mengambil kendali dari juggernaut-nya yang berusia 9 tahun. Pertama ia membawa Mort Topfer, eksekutif musiman dari Motorola, untuk menangani operasi sehari-hari. Selanjutnya ia memanfaatkan talenta-talenta Kevin Rollins, sebuah pakar organisasi dari Bain and Co., untuk menjalankan operasi-operasi pekerja Amerikanya. Dan, mungkin saja kudetanya yang paling penting, Michaell mencuri desainer Apple Powerbook yakni John Medica.
Dalam 12 bulan penyusunan perusahaan sangatlah benar, dan di tahun selanjutnya keuntungan-keuntungan pun mendaki hingga $149 juta. Tetapi bahkan dengan perubahan haluan yang luar biasa ini, Michael mengetahui tempat perusahaannya di persaingan industri PC yang terus meningkat biar bagaimanapun tak ada jaminannya. Untuk memastikan agar terus berlanjut sukses, Michael dan para eksekutif top-nya membuat sepasang keputusan strategi kontroversial yang menjalankan penghitungan tren industri yang sedang terjadi. Pertama, bukannya mengawali perang harga untuk mengejar penjualan unit-unit yang luar biasa, Michael memutuskan untuk berfokus pada para pelanggan bisnis yang bermargin tinggi. Kedua, perusahaan memandang untuk bersandar secara eksklusif pada pasar langsung daripada ritel.
Para pengamat industri mempertanyakan gerakan yang kedua, menunjuk bahwa dengan menjual langsung Dell merendahkan pasar home PC. Tetapi Michael mengetahui lebih baik. Dalam penyelidikan awal ke toko-toko ritel, Michael menemukan bahwa ia tidak bisa berkompetisi dengan nama brand Compaq yang kuat dan harga Packard Bell yang mematikan. Menjual melalui toko-toko ritel sudah pasti di luar rencana. Tetapi Michael tidak menyerahkan pasar konsumen yang menguntungkan begitu saja. Melainkan, ia memutuskan untuk menjual PC-PC yang terkustomisasi penuh melalui telepon, fax, dan penjualan langsung untuk para pembeli komputer rumah yang lebih mutakhir.
Sekali lagi, Michael memutuskan para pengkritiknya bahwa mereka salah. Pendekatan baru perusahaannya telah memiliki penjualan yang mencapai puncak $5,5 milyar pada akhir tahun 1996. Tetapi Michael memiliki kartu as yang lain di balik lengan bajunya. Pada Juli 1996, Dell meluncurkan salah satu website penjualan komputer langsung pertama, dan hanya dalam dua bulan, telah meratakan penjualan internet dengan kelebihan dari $2 juta sehari (sebuah angka yang dapat terus naik hingga $6 juta sehari pada 1998). Kombinasi dari penjualan langsung via telepon dan Internet mendorong penjualan Dell hingga $7.7 juta pada Februari 1997.
Hingga saat ini, para pakar industri dan tiga lawan utama Dell yakni, Compaq, IBM, dan Hewlett-Packard, teryakinkan bahwa penjualan langsung hanya dapat memberi sebuah ceruk pasar. Tetapi sebagaimana serangan langsung Dell mulai meningkatkan potongan ke pembagian pasar mereka, semua ketiga kompetitornya mengadopsi model penjualan langsung itu, tetapi tidak seperti Dell, melanjutkan untuk menawarkan mesin-mesin mereka melalui toko-toko ritel juga.
Baik ya tidaknya Compaq, IBM dan Hewlett Packard merubah strategi mereka sebenarnya selanjutnya akan menangkap kembali pembagian pasar yang terhilang akan hadirnya Dell. Tetapi dengan menjadi yang pertama kali, Dell tentu saja memiliki keuntungan, sebagaimana ketika angka-angka dengan jelas bermunculan. Selagi industri PC bertumbuh dengan 5 persen yang diremehkan pada tahun 1998, Dell bertumbuh dalam jalur yang luar biasa dengan lebih dari 50 persen, mencapai penjualan $12.3 milyar. Pada Januari 1999, Dell habis terjual baik IBM dan Hewlett-Packard pun seimbang untuk mengambil ali sebagai pembuat komputer nomor satu, meninggalkan Compaq.
Selagi ia telah benar-benar mendiamkan para pengkritiknya, Michael Dell telah membuktikan bahwa ia memiliki fleksibilitas, stamina, dan visi untuk berada di puncak dari bisnis paling kompetitif di negeri itu, bahkan dengan melalui waktu-waktu yang bergelombang. Sebagai roketer penjualan internet ($30 juta sehari pada Juli 1999), Dell melanjutkan untuk mengherankan para kompetitornya, mencengangkan para analis, dan mempesona para pemegang saham.
Hari ini pertama kali saya membaca tentang kontes Stop Dreaming Start Action yang diadakan oleh Joko Susilo . Terus terang ini adalah suatu tantangan tersendiri buat saya karena saya memang sedang mendalami dunia SEO . Jika anda juga merasa tertantang, dan ingin bergabung dengan kontes ini silahkan join di kontes SEO Joko Susilo .
Jika mendengar kata Joko Susilo, memang sedang menjadi fenomena saat ini. Pak Joko Susilo ini adalah salah satu jagoan Internet Marketer di Indonesia, sekarang penghasilannya sudah mencapai milyaran rupiah. Itulah bukti nyata dari Stop Dreaming Start Action . Seorang insinyur menjadi seorang Internet Marketer.
Memang luar biasa jika membaca kesaksian Pak Joko Susilo yang berani meninggalkan pekerjaannya dan mendalami dunia Internet Marketing, dia benar-benar sudah Stop Dreaming dan sudah mulai Start Action . Saat ini saya saja masih berpikir berulang kali untuk meninggalkan pekerjaan saya yang sekarang walau saya tidak pernah Stop Dreaming tapi untuk Start Action nya itu yang susah.
Saya sendiri memang memiliki keinginan kuat untuk berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri akan tetapi banyak sekali halangan-halangan yang membendung keinginan saya ini. Pernah suatu kali saya berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri karena slogan Stop Dreaming Start Action yang memang selalu meledak-ledak di otak saya. Akan tetapi hanya bertahan 2 tahun lalu saya kembali lagi bekerja karena ada tawaran pekerjaan yang gajinya terlalu besar untuk ditolak. Akhirnya saya menjadi terbalik, kembali seperti dulu Stop Action Start Dreaming .
Sekarang saya sedang mengumpulkan tenaga untuk bangkit kembali, untuk membangun usaha dengan skala yang lebih besar lagi dengan modal yang saya dapatkan selama saya bekerja saat ini. Menunggu saat yang tepat untuk mewujudkan mimpi yang sudah sangat lama ditunda-tunda terus. Untuk mewujudkan mimpi haruslah dipersiapkan secara matang, harus dipikirkan segala aspek agar perencanaan benar-benar matang.
Sebetulnya saya sedikit mengambil resiko dalam mengikuti kontes Stop Dreaming Start Action ini karena saya membangun blog baru yang sama sekali tidak memiliki pagerank . Jika saya menggunakan salah satu blog saya yang sudah ada pageranknya, pastilah akan lebih mudah untuk meraih posisi yang tinggi dalam waktu sekejap. Apa yang ingin saya raih disini? Saya ingin mengunakan kesempatan ini tidak hanya untuk memenangi kontes tapi juga untuk menantang diri saya sendiri dalam dunia SEO .
Saya sendiri sudah mulai belajar Internet Marketer dari tahun 2002. Waktu dulu belom ada ilmu SEO belum secanggih sekarang, dimana tools-tools pembantu sudah sangat banyak. Mulai aktif menjadi internet marketer sewaktu ikutan Anne Ahira dengan bisnis FFSI (singkatanya saya lupa). Dari situ saya belajar bagaimana mempromosikan website lewat adwords, menggunakan autoresponders untuk memfollow-up leads, dan lainnya. Sayang bisnis tersebut tidak berlangsung lama karena FFSI tidak lagi menerima anggota dari Indonesia. Seketika bisnis tersebut langsung bubar.
Dari situ saya belajar, untuk memiliki bisnis online yang kuat janganlah kita menggantungkan diri pada orang lain. Belajarlah intinya lalu buat sendiri. Maka dari itu saat ini tidak ada satu haripun saya lewatkan untuk belajar. Semua informasi tentang bisnis internet terus saya ikuti. Mulai dari mencari uang lewat blog, affiliate, dropshipping dan metode-metode lainnya.
Jika saya menang, saya akan benar-benar Stop Dreaming dan akan benar-benar Start Action . Itu tandanya saya sudah bisa mendalami dunia SEO, yang artinya saya bisa menjadi seperti Pak Joko Susilo yang sudah sukses menjadi Internet Marketer dengan penghasilan milyaran rupiah.
Mohon dukungan dari teman-teman sekalian untuk mendukung saya dalam kontes ini. Dukungan bisa dilakukan dengan cara menulis artikel lalu menyertakan kata kunci Stop Dreaming Start Action yang dilink ke artikel ini, atau bisa juga dengan menambahkan link di blog / website anda dengan kata kunci yang sama lalu di link ke artikel ini.
Akhir kata, Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendukung saya dalam kontes ini. Uang yang saya menangkan akan saya sumbangkan seluruhnya ke organisasi GREENPEACE Indonesia , agar Indonesia menjadi lebih hijau dan anak-anak kita di masa depan tetap bisa melihat hijaunya hutan Indonesia.