Loading...
Archive for July, 2009
  1. Ketika Will Keith dan John Harvey Kellog menemukan sereal flake pertama pada 1894, mereka mengubah kebiasaan diet Amerika. Tetapi jauh sebelum nama Kellogg menjadi anugerah di meja makan pada pagi hari di sepanjang Negeri. Di balik ceritanya ada kisah mencengangkan dari dua abang-adik yang berbeda – satunya seorang dokter eksentrik, yang lainnya pebisnis bijaksana – yang ranking persaingan antar saudaranya sudah seperti Kain dan Habel.

    Will Keith Kellogg lahir di Battle Creek, Michigan, pada April 1860. Ayahnya, John Kellogg, pembuat sapu yang sukses dan seorang Advent yang setia, mempercayai kedatangan Kristus kedua kalinya telah begitu dekat dan karena itu juga tidak terlalu mempedulikan pendidikan. Maka selagi masih mudanya Will Keith dan sudah cukup besar, ia ditaruh bekerja di pabrik ayahnya. Will Keith menemukan bahwa ia memiliki bakat alami berbisnis, dan pada usia 14, ia adalah penjual keliling termuda perusahaan tersebut. Lima tahun kemudian, ia mengelola pabrik sapu di Dallas.

    KelloggJohn Harvey Kellog mengambil jalur yang sangat berbeda. Seorang ilmuwan flamboyant, penulis dan penemu, Dr. Kellogg telah menghimpun perhatian dunia kepadanya sebagai kepala dari Sanitarium Battle Creek. Menawarkan pengobatan-pengobatan radikal yang menjanjikan merevitalisasi tubuh, pikiran, dan jiwa, Sanitarium tersebut telah menjadi Mekah bagi orang-orang yang mencari untuk meningkatkan kesehatan mereka. Sebagai perlindungan bagi sanitarium tersebut meningkat, sang dokter yang baik memutuskan bahwa ia membutuhkan seseorang untuk menjaga buku-bukunya dan menolong dia menjalankan tempat tersebut. Untuk hal ini ia datang kepada adik prianya, Will Keith, yang telah kembali ke Michigan pada 1880. Sebagai tambahan dari pengetahuan bisnisnya, ada hal lain lagi mengapa John memilih Will Keith – ia mengetahui bahwa pria muda yang pemalu itu bukanlah ancaman bagi dia untuk mengkontrol Sanitarium.

    Inti dari program "hidup alami" Dr. Kellogg adalah keyakinan pasti akan vegetarianisme. Tetapi ia memiliki kesulitan menyakinkan orangtuanya untuk angkat tangan dari daging. Maka John mendirikan sebuah dapur eksperimental dan menaruh Will Keith bekerja menemukan pengganti daging yang enak yang terbuat daru gandum. Selama beberapa tahun, John telah mencoba menduplikasikan sebuah produk sereal yang dibuat di Denver yang disebut Shredded Wheat. Sayangnya, Shredded Wheat tidak berjalan dengan baik dengan para pengunjung Sanitarium. Kebanyakan mengatakan bahwa rasanya seperti "jerami."

    Will Keith mencari sebuah cara untuk mengubah gandum menjadi sesuatu yang lezat, dan ia mendapatkan sebuah ide menciptakan flake gandum. Setelah beberapa percobaan yang tidak sukses, Will Keith pulang ke rumah memikirkan ulang mengenai masalah tersebut. Ketika ia kembali ke lab setelah beberapa hari kemudian, ia menemukan bahwa adonannya telah terbentuk. Dengan jijik, ia menaruhnya ke mesin "flaking" – dan yang mengejutkan, keluarlah flake-flake yang sempurna. Tampaknya bentukan tersebut telah memberikan adonan tersebut yang diperlukan untuk menjadi flake.

    KelloggWill Keith dengan cepat menemukan bahwa proses tersebut bekerja dengan baik sebagaimana juga diberlakukan dengan oat, nasi, dan jagung. Tetapi meskipun Will Keith-lah yang telah menemukan jawabannya, adalah John yang mendapatkan semua pujian, mengatakan bahwa ide tersebut datang dari mimpinya. Karena frustrasinya Will Keith, John memaksakan bahwa sereal baru tersebut hanya akan dijual kepada pasien-pasien Sanitarium. Dimana Will Keith melihat tanda-tanda dolar, John hanya melihat tanda kesehatan. Kedua abang-adik tersebut tidak menjadi dekat semenjak memulainya, dan sekarang perbedaan mereka membuka jurang di antara mereka.

    Pada 1891, seseorang yang akan menjadi pengusaha bernama Charles W. Post tiba di Sanitarium untuk pengobatan kasus dyspepsia (sebuah sakit salah sistem pencernaan). Charles melihat sebuah tambang emas pada produk-produk yang diproduksi di dapur-dapur eksprimen San, dan khususnya terkagum pada pendekatan Kellogg untuk menciptakan pengganti kopi yang terbuat dari sereal. Ketika melihat akan rasa ingin tahu Charles, John menjawab, "Mari biarkan dia melihat semuanya apa yang kita lakukan. Saya akan senang sekali jika ia membuat kopi sereal."

    Charles melakukan itu, dan pada 1895, ia mulai memasarkan Postum, sebuah kopi sereal yang terbuat dari biji gandum dan – seperti Kellogg. Postum adalah sebuah kesuksesan besar, terutama pada musim dingin. Tetapi Charles memerlukan sebuah produk untuk musim panas, maka ia mulai memasarkan sebuah sereal yang disebut Grape Nuts. Pada 1901, Charles telah memiliki sejuta pertamanya.

    Kesuksesan Charles melukai Will Keith, yang membenci ide naiknya seorang warga Texas yang menjadi kaya karena ciptaan Sanitarium-nya. Setelah beberapa pendekatan yang tidak sukses pada abangnya untuk menjual cornflake sanitarium secara komersial, Will Keith memutuskan untuk melakukannya sendiri. Mencari sebuah cara untuk membuat cornflakes terasa lebih enak, ia menambahkan gandum berair dengan rasa pada resep. Ketika Dr. Kellogg – yang mempromosikan diet bebas gula – mengetahui hal itu, ia menjadi geram. Tetapi Will Keith tidak memperdulikannya. Ia yakin bahwa ia menemukan formula dari kesuksesan miliknya, dan pada 1906, ia terpisah dari abangnya dan membentuk The Battle Creek Toasted Corn Flake Co. Penciuman bisnis Will Keith yang tajam telah ditunjukkannya semenjak masa remajanya, dan pada 1910 ia adalah seorang pebisnis jutawan.

    KelloggKesuksesan Will Keith membuat geram John, yang marah akan komersialisasi dari ciptaan"nya" dan nama"nya." Untuk pembalasan, Dr. Kellogg mengubah nama dari perusahaannya menjadi Kellogg Food Co. Dan sebaliknya, Will Keith mengubah perusahaannya menjadi Kellogg Toasted Corn Flake Co., dan untuk membedakan produk flakenya dari milik saudaranya dan pesaing lainnya, ia menambahkan tanda tangannya ke setiap kotak dengan slogan, "Hati-hatilah dengan tiruan. Tak ada yang asli tanpa tanda ini." Itu menandakan mulainya apa yang akan menjadi sebuah dekade – pertempuran di pengadilan mengenai siapa yang memiliki nama Kellogg.

    Pada 1910, Will Keith menggugat John. Dan lalu pada 1916, John menggugat Will Keith. Akhirnya, "pertempuran" tersebut mencapai Pengadilan Tinggi Michigan, dimana sang adik dikabulkan memiliki hak untuk menjual sereal di bawah nama Kellogg. Dikalahkan, John pindah ke Florida dan akhirnya tak ada berita lagi.

    Akhirnya bangkit dari bayang-bayang abangnya, Will Keith dengan cepat menjadi figur dominan dalam bisnis Amerika. Seorang jenius pemasaran sesungguhnya, ia mulai memberikan cuma-cuma sampel dari serealnya, yang menyebabkan penjualan meledak. Pada 1920, Kellogg Co. memimpin bungkusan apa yang akhirnya menjadi industri berjuta dolar.

    Sumber : entrepreneur.com

  2. Penjual super. Wirausahawan giat. Patriot. Dermawan. Kandidat presiden. Dalam karirnya yang panjang dan berwarna, Ross Perot telah memainkan semua peranan tersebut dan lebih lagi. Jutawan kelas bantam "bisa semuanya" dari Texas ini telah mengambil-alih raksasa industri seperti IBM dan General Motors Corp., menolong menghimpun perlakuan lebih baik bagi tawanan-tawanan AS sepanjang Perang Vietnam, dan bahkan memelopori sebuah komando penyerbuan untuk menyelamatkan dua karyawannya dari teroris Iran. Tetapi mungkin kontribusi terpentingnya, meskipun tidak begitu menyolok dibandingkan yang lainnya, adalah dobrakannya dalam pengembangan industri teknologi informasi.

    Lahir di Texarkana, Texas, pada 1930, Perot mulai bekerja ketika ia masih sangat muda. Dimulai sewaktu berusia 7 tahun dan terus berlanjut hingga sekolah menengah atas, ia mencoba menaruh tangannya dalam berangkaian pekerjaan, termasuk merawat kuda poni, menjual kartu-kartu Natal, merawat kebun, menjual majalah, dan mengantarkan dokumen dengan berkuda. Entah bagaimana ia masih mendapatkan waktu hingga menjadi Pramuka Elang (tingkat tertinggi dalam Pramuka di AS, red), dimana kemudian ia katakan bahwa adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya.

    Mengikuti masa sekolah atas, Perot memasuki Akademi Angkatan Laut AS, dimana ia menjadi komandan battalion sebelum melayani empat tahun di laut. Pada 1957, ia kembali ke Texas untuk bergabung dengan IBM. Seorang penjual yang memiliki bakat alam, Perot dengan cepat mendapatkan komisi-komisi tinggi dibandingkan kolega-koleganya yang lain dan sekali mencapai kuota penjualan tahunannya pada 19 Januari.

    Selalu mencari cara-cara baru untuk peningkatan, Perot mendekati para eksekutif IBM dengan sebuah proposal bahwa perusahaan tidak hanya menjuat hardware, tetapi juga menyediakan software kustom dan dukungan teknis. IBM tidak terkesan. Terluka oleh karena tertolaknya ide miliknya, Perot pergi untuk memotong rambut. Selagi menunggu gilirannya, ia mengambil sebuah kopi majalah Reader’s Digest dan mendapatkan pernyataan dari Henry Thoreau’s Walden: "The mass of men lead lives of quiet desperation." Ia mempertimbangkannya dan kemudian melangkah dengan kemampuan sendiri. Pada ulang tahunnya yang ke-32 – 27 Juni, 1962 0 dengan pinjaman $1000 dari istrinya, Margot, Perot mendirikan Electronic Data Systems Corp. (EDS).

    Ross PerotEDS berjalan dengan lancar, menghitung Frito-Lay di antara klien-klien pertamanya. Tetapi dobrakan yang sesungguhnya datang pada 1965, ketika membentuk program-program Medicare dan Medicaid menciptakan sebuah pasar besar untuk proses klaim kesehatan. Perot masuk di lantai dasar sebagai subkontraktor bagi Blue Cross/Blue Shield. Hanya di tahun 1965 saja, EDS memenangkan kontrak-kontrak dari 11 negara bagian untuk mengkomputerisasi sistem pembayaran Medicare dan Medicaid mereka. Menemukan ceruknya sendiri dalam bisnis asuransi, Perot mencari klien-klien baru di sector privat, dan pada 1968, EDS menjadi berharga $2.4 juta. Di tahun yang sama, dalam apa yang majalah Fortune katakana "penggulingan pribadi terbesar dalam sejarah keuangan Amerika," Perot menjadikan EDS publik dan dalam satu minggu menjadi seorang milyuner.

    Terkejut dengan gambaran berita dari American POW di Vietnam, Perot memutuskan untuk menaruh kekayaan barunya untuk digunakan menjadi sesuatu yang baik. Pada Desember 1969, ia menyewakan dua jet Braniff dan memenuhi mereka dengan 30 ton makanan, obat-obatan dan hadiah-hadiah bagi POW. Meskipun yang berwenang di Vietnam Utara menolak untuk membiarkan pesawat tersebut mendarat di Hanoi, publisitas Perot menghimpun sebuah peningkatan lebih baik untuk perlakuan bagi POW (sebagaimana dilaporkan oleh mereka beberapa tahun kemudian setelah bebas).

    Sepanjang 1970an dan 1980an, memulai sejumlah usaha-usaha sosial baru, termasuk memulai perang di Texas terhadap narkoba, reformasi pendidikan, dan pertolongan lebih lanjut bagi para tentara Amerika yang terhilang dalam aksi.

    Pada 1984, di hari ulang tahunnya ke-54, Perot menjual EDS kepada General Motors (GM) seharga $2.5 milyar dan bergabung dengan dewan direktur GM. GM berharap EDS dapat mengkonsolidasi dan mempersingkat sistem informasi terkomputerisasi, dimana tersebar pada lebih dari 100 pusat data. Tetapi permasalahan-permasalahan muncul dengan cepat. Kekusutan birokrasi GM membuatnya lebih sulit bagi Perot untuk memerankan apa yang ia lihat sebagai reformasi penting. Frustrasi, ia mulai mengkritik GM publik dengan pernyataan menggigit seperti, "Merevitalisasi GM itu seperti mengajarkan seekor gajah untuk berdansa tap. Anda melihat bagian-bagian sensitif-nya dan mulai pusing." Setelah dua tahun bergulat dan bertempur secara publik yang luas dengan chairman GM Roger Smith, hubungan kerjasama EDS-GM bubar pada Desember 1986, ketika GM membeli keluar Perot yang dilaporkan $700 juta.

    Delapan belas bulan kemudian, Perot membentuk perusahaan pemroses datanya yang kedua, Perot Systems Corp. Dengan sedikit pelintiran yang aneh, ia dipekerjakan oleh IBM untuk menolong memperluas kehadiran raksasa komputer tersebut pada pasar manajemen-sistem seharga $5.9 milyar.

    Ross PerotPerot benar-benar membuat sejarah, bagaimanapun, pada Januari 1992, ketika wawancara dalam "Larry King Live," host talk show yang banyak ingin tahu ini menanyakan Perot jika ada scenario lain dimana mungkin ia akan menjadi presiden. Perot mengatakan kepada penonton seluruh Negeri, "Jika Anda, semua warga, dengan keinginan sendiri mendaftarkan saya pada 50 negara bagian, saya akan menjanjikan Anda ini: Antara sekarang dan pemilihan, kita akan berhadapan langsung dengan kedua partai tersebut." Jalur telepon dengan cepat dipenuhi dari panggilan oleh orang-orang yang ingin menjadi sukarelawan mengendarai kampanye presiden independen Perot. Apa yang terjadi selanjutnya mungkin adalah kampanye presiden ter-aneh dalam sejarah Amerika Serikat.

    Milyuner yang terjadi karena usaha ini membuktikan sistem kapitalis memang bekerja, Ross Perot adalah seorang ikon Amerika. Koboi yang tanpa basa-basi ini adalah seseorang yang berkemauan menjalankan sendiri sebagai contoh apa yang seseorang bisa capai dari apa yang ia inginkan.

    Sumber : entrepreneur.com

  3. Wulan Tilaar Menjadi pewaris kerajaan bisnis Martha Tilaar Group bukanlah perkara mudah. Setidaknya inilah yang dirasakan Wulan Tilaar kala didaulat untuk meneruskan aktivitas ibundanya, pemilik sekaligus penggagas Martha Tilaar.

    "Rasanya risih banget. Enggak enak aja, kemana-mana harus ikut ibu pastinya dilihat orang. Sedangkan saudara yang lain enak, bisa santai ikut acara duduk dibelakang memakai pakaian seadanya, bahkan cuma pakai daster," kata Wulan Tilaar sewaktu ditemui wartawan saat bertandang ke Martha Tilaar Beauty Galery, di Jakarta.

    Wulan memang dipasrahi tugas untuk mengemban tongkat estafet sosok ibu Martha Tilaar. Selama ini, ibu Martha dikenal publik sebagai ikon kecantikan. "Sosok ibu inilah yang diserahkan kepada saya," ujarnya.

    Sedangkan untuk operasional di Martha Tilaar Group, dipegang oleh lima bersaudara Tilaar, yakni Wulan dan keempat saudaranya. Wulan mengaku, tugas ini terbilang berat. Terlebih, dia tergolong anak rumahan, pemalu, dan tidak suka tampil di depan umum.

    Namun, seiring berjalannya waktu dia sadar bahwa ini merupakan jalan hidupnya. Perlahan dia mulai belajar dari ibu Martha. Misalnya, kata Wulan, ibu bicara apa, saya lihat dan saya dengarkan jawabannya. Tak terkecuali juga belajar dari orang lain. "Saat ini saya memang sudah basah kuyup, sampai masuk angin segala. Tidak mungkin mundur," tutur Wulan.

    Untuk operasional, Wulan mendapat jatah meng-handle PT Martha Beauty Gallery, yang merupakan anak perusahaan dari Martha Tilaar Group. PT Martha Tilaar Beauty Galery ini membawahi Martha Tilaar Salon and Day Spa. "Namun sekarang, sebenarnya saya sudah harus masuk ke Puspita Martha secara total. Itu lebih besar lagi," kata Wulan.

    Dalam menjalankan bisnisnya, agaknya Wulan tidak main-main. Keinginan terbesarnya adalah ingin menguasai market Asia dan internasional. Menurutnya, saat ini produk Martha Tilaar sudah beredar di kawasan Asia, seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, dan sebagainya. Untuk ke depan, dia ingin lebih mantap lagi. Sedangkan untuk spa, Martha Tilaar memiliki sekitar 10 tempat di luar negeri.

    Wulan Tilaar – Martha Tilaar Group"Rencananya,akan membuka di Rusia, Hanoi, dan Malaysia lagi. Saya sih mimpinya ingin perusahaan ini go international beneran," tuturnya.

    Untuk bisa eksis di setiap negara, Wulan menyebut, pihaknya harus membuat produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat di luar negeri. Karena itu, dituntut pula untuk terus melakukan inovasi dan kreatif menampilkan sesuatu yang unik dan berbeda dengan produk lain, namun tetap mengusung kekayaan alam di Indonesia. "Itu pesan ibu Martha. Tetap mengangkat tradisi Indonesia. Dari situlah kami menggali sesuatu yang unik," tuturnya.

    Walaupun imej, Martha Tilaar identik dengan tradisi kebudayaan Indonesia, namun menurut Wulan, pihaknya tidak ketinggalan dengan tren-tren dunia, seperti mandi coklat, kopi, atau cranberry.

    Meski menjadi putri mahkota Group Martha Tilaar, namun tidak membuat Wulan ingin diistimewakan. Dalam mencapai sesuatu hal, dia tidak ingin melakukannya secara instan. "Jangan tiba-tiba jebret, sopo iku. Saya paling enggak suka, mentang-mentang anaknya Ibu Martha jadi langsung di awang-awang," ujarnya. Saat ini, Wulan ingin menjalankan proses dan terus belajar dan terus belajar.

    Artikel pendukung kontes Stop Dreaming Start Action

    Sumber : kompas.com

  4. H. Wayne Huizenga dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pria dengan ide terhebat dalam sejarah bisnis Amerika. Dengan kemampuannya yang luar biasa memilih sebuah industri matang yang terbagi untuk konsolidasi dan menciptakan sebuah perusahaan yang mendominasi industri tersebut begitu cepat sehingga para pesaingnya tertinggal di luar kedinginan, Huizenga menjadikan dirinya sendiri seorang milyuner. Dipilih oleh majalah Forbes sebagai salah satu "Pebisnis Amerika Yang Paling Berkuasa," ia memimpin sebuah kerajaan bisnis bernilai milyaran dolar yang termasuk tim olahraga professional hingga ritel mobil terbesar di Negeri itu. Dan itu semua dimulai hanya oleh satu truk sampah.

    Fakta bahwa Huizenga akan menjadi salah satu pengusaha paling sukses di dunia bukanlah sebuah kejutan. Faktanya, wirausaha sudah mendarah-daging pada keluarganya. Kakeknya yang seorang imigran Belanda memulai sebuah bisnis sampah di Chicago dan ayahnya mengepalai perusahaan konstruksinya sendiri. Ketika ia masih seorang remaja pria, ayah Huizenga mengatakan kepadanya, "Kamu tidak bisa mendapatkan uang dengan bekerja bagi orang lain."

    Wayne muda mengambil saran dari ayahnya hingga ke hati dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam dunia bisnis. Pada 1962, di usia 25, Huizenga memulai Southern Sanitation Service dengan meminjam $5000 dari ayahnya dan membujuk seorang penarik sampah lokal di Fort Lauderdale, Florida, untuk menjualnya sebuah truk bekas dan beberapa peralatan. Setiap harinya, Huizenga akan bersiap untuk rutenya pada pukul 2 pagi, mengangkat sampah dan mengangkutnya ke pembuangan hingga sore menjelang. Lalu ia mandi, berpakaian terbaik, dan menghabiskan sisa hari menelpon para pemilik rumah, supermarket-supermarket, dan toko-toko ritel untuk menggalang bisnis bagi perusahaannya. "Saya tidak mengetahui apapun mengenai bisnis," terangnya pada sebuah wawancara dengan majalah The New York Times. "Saya hanya bekerja keras dan memberikan pelayanan yang baik."

    Pendekatan itu bekerja, dan pada 1968 Huizenga memiliki 20 truk dan melayani para kustomer sampai selatan jauh hingga Key West. Pada waktu itulah seorang kerabat, Dean Buntrock, yang menjalankan firma pembuangan asli yang didirikanoleh kakek Huizenga, menyarankan penggabungan perusahaannya dengan Southern Sanitation. Huizenga setuju, dan Waste Management pun terbentuk.

    Wayne HuizengaVisi Buntrock adalah untuk menciptakan sebuah perusahaan sanitasi nasional. Untuk mencapai tujuan ini, ia dan Huizenga memulai sebuah pelesir pembelian, mencakup 90 pengangkut sampah selama sembilan bulan. Sepanjang masa inilah Huizengan mengembangkan strategi-strategi kunci dan keahlian-keahlian yang akhirnya ia pakai untuk menjalankan perusahaan-perusahaannya yang lain. Pembelian-pembelian itu utamanya dilakukan untuk stok Waste Management. Huizenga dan Buntrock merasakan bahwa pencairan saham-saham kepemilikan mereka itu lebih baik daripada menekan pembayaran bunga uang bisa menguburkan perusahaan lebih lagi. Mereka juga umumnya menjaga pemilik-pemilik sebelumnya sebagai manajer, mempercayai bahwa jika perusahaan-perusahaan mereka cukup baik untuk dipersunting, begitu juga keahlian mereka. Terima kasih kepada strategi ini, Waste Management pun akhirnya menjadi perusahaan pemusnahan sampah terbesar di Negeri itu, menjadikan Huizenga dan Buntrock jutawan.

    Pada 1984, perolehan Waste Management mencapai puncak $1 milyar. Tetapi Huizenga menjadi lelah dengan bisnis sampah, dan ia pensiun pada usia 46. Bagaimanapun masa pensiunnya tidak bertahan lama. Tanpa lelah dan berharga $21 juta terima kasih kepada sahamnya di Waste Management, Huizenga mulai membeli bisnis-bisnis kecil lokal. Selama tiga tahun pertama, ia memiliki lebih dari 100 bisnis dimulai dari air minum botol dan jasa berkebun untuk hotel dan perkantoran. Sebagai seorang penulis berkata, "Huizenga begitu mendominasi Fort Lauderdale sehingga seorang warganya tidak mungkin melewati hari tanpa usaha jasanya." Pada 1986, koleksi bisnisnya yang menjemukan telah memiliki pendapatan tahunan hingga $100 juta. Tetapi ia belum mendapatkan perjanjian yang akan menjadikannya legenda bisnis.

    Pada 1987, John Melk, seorang mantan karyawan, dan Don Flynn, wakil presiden senior Waste Management, meyakinkan Huizenga untuk melirik kepada serantaian kecil toko video yang disebut Blockbuster. Sebenarnya, Huizenga menolak keras. Ia selalu mengasosiasikan toko-toko video dengan perusahaan-perusahaan pornografi yang kotor. Tetapi ketika ia melihat bahwa toko-toko Blockbuster itu bersih, tertata rapi dan berkaryawankan para pekerja yang berpotongan rapi, satu kata muncul di kepalanya: "McDonald’s." Seperti rantai toko hamburger terkenal, Huizenga menyadari bahwa Blockbuster adalah sebuah konsep produk mudah yang bisa bergerak agresif – dan menguntungkan secara nasional. Dalam satu minggu, Huizenga, Melk dan Flynn memiliki perhatian mengontrol dalam Blockbuster.

    Sekarang untuk menanganinya, Huizenga memulai apa yang menjadi strategi standarnya: akuisisi dalam skala besar. Ketika ia membeli Blockbuster pada 1987, itu memiliki delapan toko dan 11 waralaba. Hanya dalam satu tahun setelahnya, Blockbuster menjadi serantaian rental video terbesar di dunia. Pada pertengahan tahun 1991, toko tersebut telah terhitung mencapai 1.654, tidak termasuk 27 toko di Inggris Raya dan 51 di Kanada.

    Huizenga membuat uang begitu cepat hingga ia tidak bisa membelanjakan semuanya pada perusahaan, maka ia pergi untuk pembelian plesir yang lain, kali ini untuk membeli semua atau sebagian kepemilikan dari Miami Dolphins, Joe Robbie Stadium, the Florida Marlins, the Florida Panthers, the Super Club Retail Entertainment, Republic Pictures, Sound Warehouse dan Music Plus. Huizenga telah menjadi salah seorang pria termakmur di Amerika, berharga hampir mencapai $700juta. Tetapi sekali lagi, Huizenga merasakan keinginan untuk maju. Maka pada 1984, ia menjual Blockbuster kepada Viacom untuk $8.4 milyar dan mulai melirik industri baru untuk dikalahkan.

    Ia menemukannya pada 1995, tetapi itu bukanlah sebuah industri baru. Faktanya, itu adalah sesuatu yang Huizenga sangat familiar. Menginvestasikan $64 juta dengan uangnya sendiri dan menghimpun tambahan $168 juta, ia membeli perusahaan sanitasi di Atlanta Republic Waste Industries. Pergerakan ini membingungkan banyak ahli Wall Street. Mereka tidak mengerti mengapa Huizenga mau kembali lagi ke bisnis sampah. Sebenarnya, dia tidak. "Saya hanya ingin melihat sebuah kerangka (perusahaan), dan ini muncul begitu saja," jelasnya dalam sebuah wawancara Forbes. "Itu bisa apa saja."

    Pada waktu itu, perusahaan tersebut, dimana Huizenga mengganti namanya dengan Republic Industries, adalah sebuah perusahaan kecil yang berjuang dalam pemusnahan sampah dan bisnis keamanan elektronik. Hingga susunannya, Huizenga dengan hebat memperlebar baik kedua aspek dari bisnis tersebut, menjadikan mereka sapi perahan yang menguntungkan. Tenggelam dengan uang, Huizenga melatih tempat-tempatnya dengan target dia selanjutnya, industri ritel otomotif, dan mulai membangun jaringan nasional dari outlet-outlet mobil baru dan bekas. Selama masa enam bulan, ia membeli 65 hak penjualan otomotif dengan 109 outlet menjual 31 merek, membuka 11 superstore mobil bekas yang disebut AutoNation USA, dan membeli tiga agensi rental mobil, termasuk Alamo dan National.

    Wayne HuizengaSekali lagi, "sentuhan Midas" Huizenga bekerja dengan ajaib. Pada 1999, Republic, sekarang bernama AutoNation Inc., memiliki perjanjian-perjanjian hak penjualan 400 mobil baru dan lebih dari 40 toko mobil bekas, dan telah beroperasi hampir pada 4000 lokasi rental mobil di seluruh Negeri, menjadikannya ritel otomotif nomor satu di dunia dan penyedia jasa rental kendaraan terbesar kedua di Amerika Serikat.

    Sebagaimana bagi Huizenga, ia dinyatakan sebagai salah satu seorang pria terkaya di dunia. Tetapi ironisnya, uang tidaklah penting baginya. Ia bahkan tidak mempedulikan untuk mengambil gaji dari AutoNation. Yang mendorongnya adalah sensasi yang ia dapatkan dari kompetisi satu lawan satu antara dirinya dan rivalnya. Itulah sebabnya di waktunya ketika kebanyakan orang di usianya diperkirakan untuk pensiun, Huizenga menekannya dan berjanji untuk menjadi salah seorang pengusaha sukses yang paling berpengaruh dalam percaturan peta bisnis dunia hingga abad selanjutnya.

    Artikel pendukung kontes Stop Dreaming Start Action

    Sumber : entrepreneur.com

Powered by ExtJS Theme flavored Wordpress.