Ketika Will Keith dan John Harvey Kellog menemukan sereal flake pertama pada 1894, mereka mengubah kebiasaan diet Amerika. Tetapi jauh sebelum nama Kellogg menjadi anugerah di meja makan pada pagi hari di sepanjang Negeri. Di balik ceritanya ada kisah mencengangkan dari dua abang-adik yang berbeda – satunya seorang dokter eksentrik, yang lainnya pebisnis bijaksana – yang ranking persaingan antar saudaranya sudah seperti Kain dan Habel.
Will Keith Kellogg lahir di Battle Creek, Michigan, pada April 1860. Ayahnya, John Kellogg, pembuat sapu yang sukses dan seorang Advent yang setia, mempercayai kedatangan Kristus kedua kalinya telah begitu dekat dan karena itu juga tidak terlalu mempedulikan pendidikan. Maka selagi masih mudanya Will Keith dan sudah cukup besar, ia ditaruh bekerja di pabrik ayahnya. Will Keith menemukan bahwa ia memiliki bakat alami berbisnis, dan pada usia 14, ia adalah penjual keliling termuda perusahaan tersebut. Lima tahun kemudian, ia mengelola pabrik sapu di Dallas.
KelloggJohn Harvey Kellog mengambil jalur yang sangat berbeda. Seorang ilmuwan flamboyant, penulis dan penemu, Dr. Kellogg telah menghimpun perhatian dunia kepadanya sebagai kepala dari Sanitarium Battle Creek. Menawarkan pengobatan-pengobatan radikal yang menjanjikan merevitalisasi tubuh, pikiran, dan jiwa, Sanitarium tersebut telah menjadi Mekah bagi orang-orang yang mencari untuk meningkatkan kesehatan mereka. Sebagai perlindungan bagi sanitarium tersebut meningkat, sang dokter yang baik memutuskan bahwa ia membutuhkan seseorang untuk menjaga buku-bukunya dan menolong dia menjalankan tempat tersebut. Untuk hal ini ia datang kepada adik prianya, Will Keith, yang telah kembali ke Michigan pada 1880. Sebagai tambahan dari pengetahuan bisnisnya, ada hal lain lagi mengapa John memilih Will Keith – ia mengetahui bahwa pria muda yang pemalu itu bukanlah ancaman bagi dia untuk mengkontrol Sanitarium.
Inti dari program "hidup alami" Dr. Kellogg adalah keyakinan pasti akan vegetarianisme. Tetapi ia memiliki kesulitan menyakinkan orangtuanya untuk angkat tangan dari daging. Maka John mendirikan sebuah dapur eksperimental dan menaruh Will Keith bekerja menemukan pengganti daging yang enak yang terbuat daru gandum. Selama beberapa tahun, John telah mencoba menduplikasikan sebuah produk sereal yang dibuat di Denver yang disebut Shredded Wheat. Sayangnya, Shredded Wheat tidak berjalan dengan baik dengan para pengunjung Sanitarium. Kebanyakan mengatakan bahwa rasanya seperti "jerami."
Will Keith mencari sebuah cara untuk mengubah gandum menjadi sesuatu yang lezat, dan ia mendapatkan sebuah ide menciptakan flake gandum. Setelah beberapa percobaan yang tidak sukses, Will Keith pulang ke rumah memikirkan ulang mengenai masalah tersebut. Ketika ia kembali ke lab setelah beberapa hari kemudian, ia menemukan bahwa adonannya telah terbentuk. Dengan jijik, ia menaruhnya ke mesin "flaking" – dan yang mengejutkan, keluarlah flake-flake yang sempurna. Tampaknya bentukan tersebut telah memberikan adonan tersebut yang diperlukan untuk menjadi flake.
KelloggWill Keith dengan cepat menemukan bahwa proses tersebut bekerja dengan baik sebagaimana juga diberlakukan dengan oat, nasi, dan jagung. Tetapi meskipun Will Keith-lah yang telah menemukan jawabannya, adalah John yang mendapatkan semua pujian, mengatakan bahwa ide tersebut datang dari mimpinya. Karena frustrasinya Will Keith, John memaksakan bahwa sereal baru tersebut hanya akan dijual kepada pasien-pasien Sanitarium. Dimana Will Keith melihat tanda-tanda dolar, John hanya melihat tanda kesehatan. Kedua abang-adik tersebut tidak menjadi dekat semenjak memulainya, dan sekarang perbedaan mereka membuka jurang di antara mereka.
Pada 1891, seseorang yang akan menjadi pengusaha bernama Charles W. Post tiba di Sanitarium untuk pengobatan kasus dyspepsia (sebuah sakit salah sistem pencernaan). Charles melihat sebuah tambang emas pada produk-produk yang diproduksi di dapur-dapur eksprimen San, dan khususnya terkagum pada pendekatan Kellogg untuk menciptakan pengganti kopi yang terbuat dari sereal. Ketika melihat akan rasa ingin tahu Charles, John menjawab, "Mari biarkan dia melihat semuanya apa yang kita lakukan. Saya akan senang sekali jika ia membuat kopi sereal."
Charles melakukan itu, dan pada 1895, ia mulai memasarkan Postum, sebuah kopi sereal yang terbuat dari biji gandum dan – seperti Kellogg. Postum adalah sebuah kesuksesan besar, terutama pada musim dingin. Tetapi Charles memerlukan sebuah produk untuk musim panas, maka ia mulai memasarkan sebuah sereal yang disebut Grape Nuts. Pada 1901, Charles telah memiliki sejuta pertamanya.
Kesuksesan Charles melukai Will Keith, yang membenci ide naiknya seorang warga Texas yang menjadi kaya karena ciptaan Sanitarium-nya. Setelah beberapa pendekatan yang tidak sukses pada abangnya untuk menjual cornflake sanitarium secara komersial, Will Keith memutuskan untuk melakukannya sendiri. Mencari sebuah cara untuk membuat cornflakes terasa lebih enak, ia menambahkan gandum berair dengan rasa pada resep. Ketika Dr. Kellogg – yang mempromosikan diet bebas gula – mengetahui hal itu, ia menjadi geram. Tetapi Will Keith tidak memperdulikannya. Ia yakin bahwa ia menemukan formula dari kesuksesan miliknya, dan pada 1906, ia terpisah dari abangnya dan membentuk The Battle Creek Toasted Corn Flake Co. Penciuman bisnis Will Keith yang tajam telah ditunjukkannya semenjak masa remajanya, dan pada 1910 ia adalah seorang pebisnis jutawan.
KelloggKesuksesan Will Keith membuat geram John, yang marah akan komersialisasi dari ciptaan"nya" dan nama"nya." Untuk pembalasan, Dr. Kellogg mengubah nama dari perusahaannya menjadi Kellogg Food Co. Dan sebaliknya, Will Keith mengubah perusahaannya menjadi Kellogg Toasted Corn Flake Co., dan untuk membedakan produk flakenya dari milik saudaranya dan pesaing lainnya, ia menambahkan tanda tangannya ke setiap kotak dengan slogan, "Hati-hatilah dengan tiruan. Tak ada yang asli tanpa tanda ini." Itu menandakan mulainya apa yang akan menjadi sebuah dekade – pertempuran di pengadilan mengenai siapa yang memiliki nama Kellogg.
Pada 1910, Will Keith menggugat John. Dan lalu pada 1916, John menggugat Will Keith. Akhirnya, "pertempuran" tersebut mencapai Pengadilan Tinggi Michigan, dimana sang adik dikabulkan memiliki hak untuk menjual sereal di bawah nama Kellogg. Dikalahkan, John pindah ke Florida dan akhirnya tak ada berita lagi.
Akhirnya bangkit dari bayang-bayang abangnya, Will Keith dengan cepat menjadi figur dominan dalam bisnis Amerika. Seorang jenius pemasaran sesungguhnya, ia mulai memberikan cuma-cuma sampel dari serealnya, yang menyebabkan penjualan meledak. Pada 1920, Kellogg Co. memimpin bungkusan apa yang akhirnya menjadi industri berjuta dolar.
Sumber : entrepreneur.com
Loading...
Penjual super. Wirausahawan giat. Patriot. Dermawan. Kandidat presiden. Dalam karirnya yang panjang dan berwarna, Ross Perot telah memainkan semua peranan tersebut dan lebih lagi. Jutawan kelas bantam "bisa semuanya" dari Texas ini telah mengambil-alih raksasa industri seperti IBM dan General Motors Corp., menolong menghimpun perlakuan lebih baik bagi tawanan-tawanan AS sepanjang Perang Vietnam, dan bahkan memelopori sebuah komando penyerbuan untuk menyelamatkan dua karyawannya dari teroris Iran. Tetapi mungkin kontribusi terpentingnya, meskipun tidak begitu menyolok dibandingkan yang lainnya, adalah dobrakannya dalam pengembangan industri teknologi informasi.
Menjadi pewaris kerajaan bisnis Martha Tilaar Group bukanlah perkara mudah. Setidaknya inilah yang dirasakan Wulan Tilaar kala didaulat untuk meneruskan aktivitas ibundanya, pemilik sekaligus penggagas Martha Tilaar.
H. Wayne Huizenga dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pria dengan ide terhebat dalam sejarah bisnis Amerika. Dengan kemampuannya yang luar biasa memilih sebuah industri matang yang terbagi untuk konsolidasi dan menciptakan sebuah perusahaan yang mendominasi industri tersebut begitu cepat sehingga para pesaingnya tertinggal di luar kedinginan, Huizenga menjadikan dirinya sendiri seorang milyuner. Dipilih oleh majalah Forbes sebagai salah satu "Pebisnis Amerika Yang Paling Berkuasa," ia memimpin sebuah kerajaan bisnis bernilai milyaran dolar yang termasuk tim olahraga professional hingga ritel mobil terbesar di Negeri itu. Dan itu semua dimulai hanya oleh satu truk sampah.
Ia adalah pahlawan bagi mahasiswa Amerika yang kelaparan dengan sofa kentang di asramanya – pria yang membuat pizza segar dan panas semudah mengangkat telepon. Dengan menjadi pionir untuk rantai usaha pizza delivery, Tom Monaghan mengubah sebuah tempat makan pizza yang lusuh menjadi serangkaian usaha pizza terbesar di negeri itu. Sepanjang masa itu, ia telah mengumpulkan kekayaan yang diperkirakan mencapai $1 milyar. Tidak buruk untuk seorang anak miskin dari Ann Arbor, Michigan, yang lulus terakhir dari sekolah menengah atasnya, ditendang dari sekolah seminari, dan didaftarkan di kampus selama enam kali tanpa melewati status praja muda.
Ketika Berry Gordy mendirikan sebuah label rekaman independen kecil pada 1959 dalam dua bangunan kokoh di West Grand Boulevard, Detroit, ia tidak berpikir sama sekali bahwa dengan menulis dan memproduseri sendiri musiknya akan menimbulkan sebuah revolusi musikal. Sepanjang 1950an dan di akhir 1960an, industri musik dengan jelas terbagi dalam garis rasial. Jazz, blues, R&B, soul dan yang lain yang disebut "black music" hanya dimainkan di stasiun-stasiun radio "black". Tetapi Gordy ingin merubah semua itu. Style musiknya yang unik, yang ia sebut "the Sound of Young America"-lah yang pertama mendobrak batas rasial. Sebagai tambahan dari menghimpun penerimaan nasional akan black music dan pengakuan yang layak diterima dari para penyanyi dan pemusik di belakangnya, "suara Motown" Gordy memberi kelahiran untuk bisnis kulit hitam terbesar dan tersukses di Amerika.
Ketika Thomas Watson Jr. memegang kendali atas IBM dari ayahnya, ia memiliki banyak sepatu yang harus diisi. Setelah semuanya itu, Watson senior telah mendirikan IBM dari perusahaan pembuat jam dan tabulator punch-card menjadi perusahaan raksasa. Meragukan kemampuan diri sendiri, penerus tahta IBM ini pernah meratap kepada ibunya, "Saya tidak bisa melakukannya. Saya tidak bisa bekerja untuk IBM." Tetapi sebenarnya ia tidak hanya meneruskan ayahnya, tetapi bahkan mengunggulinya. Ia dengan berani membawa IBM – dan dunia – ke dalam era komputer, menciptakan sebuah perusahaan yang memiliki penjualan luar biasa dan pelayanan mantak budaya jas hitam yang berdiri atas semua yang baik… dan buruk… mengenai korporat Amerika.
Berkacamata mengenakan "Man in the Hathaway Shirt." Kolonel Whitehead dan "Schweppervescence." Wagon bakery The Pepperidge Farm. Semuanya telah menjadi ikon-ikon periklanan. Dan semuanya berasal dari pikiran David Ogilvy. Salah seorang bapak pendiri dari periklanan modern, Ogilvy menghabiskan masa hidupnya ‘mengkhotbahkan’ keuntungan-keuntungan dari riset; kopi iklan panjang yang informatif, dan juga, keuntungan-keuntungan. Keyakinan dasarnya bahwa "konsumen tidaklah bodoh" menolong memulai revolusi kreatif pada era 1960an yang mengubah pandangan dari periklanan Amerika.
Tak ada lagi filmmaker di abad 20 ini yang memiliki dampak luar biasa dalam industri film dibandingkan George Lucas. Semangatnya akan berinovasi menempa hubungan baru akan hiburan dengan teknologi yang merevolusi seni motion pictures. Bisnisnya yang cerdas dan tak lazim mengubah lisensi perfilman dan menjadikannya merchandise hingga menjadi industri jutaan dolar. Dan trilogy "Star Wars"-nya menyambut dalam era mega-blockbuster Hollywood.
Ibu satu anak berusia 30 tahun ini mendirikan Parental Advisory Baby Clothing, sebuah distro baju anak. Desainnya tak biasa. Misalnya, t-shirt bertuliskan: Kill Sinetron-Kids Against Television, Where’s My F*ckin’ Milk, atau gambar gajah dan tulisan: It’s an elephant not a penis. Menyeramkan? Ya. Tapi, Monique punya misi lain di balik desain yang ia gagas.